Jumat, 29 Desember 2017

KOLEKSI ATAU UNDUH ?


Wah sebuah judul yang sangat menantang jiwa untuk di jawab dengan jelas menurut isi hati masing – masing orang. Sebuah judul yang begitu sangat sulit untuk di jawab oleh misalnya seseorang yang sangat menyukai dan mencintai musik dan penyuka musik ini adalah seseorang yang juga sangat kecanduan dalam hal mengumpulkan berbagai format fisik musik yang ada di dunia permusikan, atau bisa pula seseorang yang hanya mengumpulkan satu jenis format fisik musik saja. Apa yang kira-kira akan di jawab oleh orang itu ketika sebuah pertanyaan seperti itu datang ke hadapannya. Yah semua jawaban akan diberikan sesuai dengan kondisi keadaan saat orang itu di tanyakan hal tersebut.  Mengapa demikian ? karena semua orang akan berubah seiring dengan berjalannya waktu, semua akan berubah. Apakah demikian ?

Tak ada dunia yang lebih indah daripada dunia remaja atau ABG. Menjadi remaja adalah sebuah waktu yang begitu menyenangkan bagi siapapun, hari – hari yang Tuhan sediakan bagi mereka diisi dengan berbagai kegiatan yang menarik hatinya, berolah raga, memandang lawan jenis dengan mata melotot, berpacaran,  nonton bersama kawan atau kegiatan apapun, bisa kegiatan yang negative, bisa pula kegiatan yang positif. Salah satu kegiatan yang positif, yang selalu ada dan dialami oleh setiap orang di kala remaja adalah ketertarikan pada musik. Musik menjadi sebuah media yang digunakan untuk mengekspresikan diri atau juga menjadi sebuah media untuk  membuktikan eksistensi dirinya. Musik menjadi jembatan bagi banyak orang untuk merubah dirinya, merubah menjadi seseorang yang asalnya tidak baik menjadi baik atau merubah seseorang yang asalnya baik menjadi lebih baik. Jika anda adalah seseorang yang telah menjadi remaja di tahun 80an, maka anda akan sangat mengenal dengan sebuah format fisik musik dengan nama : KASET……lain keset. Pita magnetik memang menjadi andalan bagi remaja di waktu itu untuk memenuhi keinginannya akan mendengarkan musik. Kaset menjadi media yang begitu merajai dunia musik di Indonesia maupun dunia kala itu. Walau yah Indonesia sebelum di akhir bulan Mei tahun 1988 belum merilis kaset-kaset tersebut secara resmi, namun ditulisan ini aku hanya ingin menyentuh betapa sebuah media fisik musik dapat menjadi begitu mewarnai hidup seseorang terlepas dari mana asalnya media fisik musik tersebut. Wokeh. Dan di Indonesia, ketika waktu itu, anda ingin membeli kaset dengan jenis musik apapun ada. Sebutkan jenis musik yang anda mau, maka ribuan kaset akan tersedia. Hanya mungkin ketika itu, jika anda ingin membeli kaset yah anda yang sebagai remaja tadi harus menjalankan berbagai ritual indah. Adapun ritual indah itu adalah sebagai berikut di bawah ini :

1.       Menabung
Sebuah kegiatan yang begitu sangat tidak menarik bagi remaja manapun di belahan dunia manapun, sebuah kagiatan yang dapat di kategorikan sebagai kegiatan paling menyebalkan bagi remaja. Karena sebagai remaja, dimana segalanya sedang tumbuh, para remaja membutuhkan asupan gizi yang cukup. Hahahaha, agar tetap sehat dan bersemangat. Namun ketika para remaja ini mulai sangat mencintai musik dan memiliki keinginan untuk memiliki sebuah kaset dari artis atau band yang disukainya, maka tidak mau para remaja ini harus menyisihkan sebagian uang jajannya untuk di simpan sebagai “tabungan”. Hingga di suatu saat ketika tabungan ini telah mencukupi barulah dapat membeli kaset-kaset yang mereka sukai. Yah tentu jika orang tua anda adalah orang kaya yang memberikan uang jajan berlebih bagi anda, maka lewatkan nomor 1 ini. Wakwaw

2.       Menempuh
Apaan ini. Menempuh ? hahahaha iya anda harus menempuh sebuah perjalanan yang sungguh sangat menyenangkan atau menyebalkan, yah tergantung dari sudut masing – masing jiwa anda semua. Namun yang pasti menempuh perjalanan ini begitu sangat menyenangkan karena akhir perjalanan ini adalah sebuah akhir yang akan sangat menyenangkan di satu sisi namun memang juga kurang menyenangkan di sisi lainnya, tapi bukan tidak menyenangkan loh. Di akhir perjalanan anda akan menemukan sesuatu yang baru yang akan membuat hidup anda akan menjadi begitu indah. Benarkah ? Menempuh perjalanan yang aku maksud di sini adalah anda akan berjalan atau naik delman, naik beca atau naik angkot yang silahkan saja yang penting anda akan sampai di suatu tempat “sakral” yang bernama : TOKO KASET. Hahahaha. Di mana ketika anda dalam perjalanan, anda akan membayangkan sesuatu yang sangat amat menyenangkan karena anda akan menemukan sebuah kaset yang baru. Uhhhh salah satu keajaiban yang ada di dunia. Dengan kaset yang baru maka anda akan juga menemukan sebuah musik yang baru, dan dengan musik yang baru maka anda juga akan merasakan sebuah keindahan yang baru, dan dengan keindahan yang baru maka anda menemukan juga sebuah….keajaiban yang baru.

3.       Melihat
Mata adalah salah satu media dalam diri seorang manusia yang dapat menjadikan seseorang berada dalam berbagai keadaan, apakah sedih, senang, bahagia, nestapa atau apa saja. Mata menjadi sebuah sarana bagi seorang manusia untuk menghargai sebuah seni, termasuk di dalamnya adalah seni musik. Seni musik adalah sebuah seni yang tidaklah berdiri sendiri, di sana berkumpul berbagai macam seni yang bercampur menjadi satu, yang dapat merubah pandangan seseorang akan musik itu sendiri. Dan salah satu seni yang ada dalam dunia musik adalah seni gambar atau seni foto. Sebuah seni yang sangat berharga bagi seni musik untuk secara bersama-sama, berdampingan,  mengiringi  sebuah seni musik menjadi sesuatu yang lebih menarik hati bagi siapapun. Dan ketika kita sampai ke sebuah toko kaset maka fungsi mata akan sangat krusial, dimana Melihat adalah sebuah ritual yang sangat sungguh menyenangkan, kita melihat deretan berbagai macam kaset dengan berbagai jenis musik, yang berjejer dengan rapi di dalam berbagai macam rak. Duh indah bagai lukisan Monalisa….har ciyus. Serius ini kawan. Seni gambar pada sebuah kaset adalah salah satu seni gambar yang sangat indah. Apapun jenis musik yang anda sukai, seni yang digunakan pada sebuah kaset, baik seni gambar ataupun seni foto adalah salah seni yang terbaik yang ada di dunia. Karena pembuatan gambar ataupun pemilihan sebuah foto, semua di lakukan dengan sebuah hati. Sebuah hati yang berisikan berbagai irama dan melodi yang tiada duanya.

4.       Memilih
Hmmmmm setelah melihat dengan mata melotot nan besar, maka anda akan menjalankan sebuah kegiatan lainnya yang juga sungguh sangat menyenangkan. Di mana di sini mata anda akan “dipaksa” untuk dapat melihat dengan baik dan benar. Hmmm ini proses yang seru kawan. Dan proses melihat ini akan dibarengi dengan sebuah proses yang kadang membuat anda bingung sendiri, galau, gamang, sakit kepala mendadak dan berbagai situasi yang kadang sangat menyebalkan namun juga sekaligus sangat menyenangkan hati. Ketika mata anda mendeteksi sebuah kaset yang menarik hati, lalu syaraf mata akan memberikan sebuah sinyal ke otak anda, untuk kemudian otak anda akan menggerakkan syarat tangan anda untuk segera bergerak untuk mengambil sebuah kaset di jejeran rak tadi, namun kadang otak anda tak sinkron dengan tangan anda, otak anda memerintahkan untuk mengambil kaset A, namun tangan anda malah mengambil kaset B. hahahaha. Duh indahnya keajaiban kaset. Hingga yang akhirnya terjadi adalah anda mengambil sekaligus beberapa kaset yang ada di rak karena semuanya begitu menarik untuk dimiliki.

5.       Mendengarkan
Kalau anda pernah menjadi seseorang yang sangat sering mendatangi toko kaset, dan kedatangan – kedatangan  anda itu adalah di sebelum 30 Mei 1988, maka anda akan melaksanakan sebuah ritual yang sangat menyenangkan bagi siapapun yang sangat mencintai musik. Setelah proses memilih di laksanakan dengan sepenuh-penuhnya hati, maka selanjutnya adalah sebuah kegiatan yang paling sangat membingungkan hati. Loh kok ? Yap mendengarkan sebuah musik yang baru adalah sebuah kegiatan yang sangat membuat hati menjadi galau nan pusing bin pening. Karena di satu sisi harus memikirkan dana yang ada dari hasil menabung, namun di sisi lain hati anda berteriak keras untuk dapat memilikinya. Hahai.  Di masa itu memang kita sebagai konsumen dapat mencoba dulu sebuah kaset sebelum kita membelinya. Jadi kita dapat mendengarkan sampai puas berbagai kaset yang akan kita beli. Walau kalau di kota kecil seperti kota Sukabumi, mencoba mendengarkan sebuah kaset adalah sebuah kegiatan yang melibatkan dua orang, yaitu kita sebagai konsumen dan sang pemilik toko kasetnya, jadi yah mungkin kita tak bisa dengan bebas mencobanya, ini berlaku hampir di kebanyakan took kaset di sukabumi, namun kemudian ada sebuah toko kaset dengan nama : MUSICIAN, yang membebaskan kita untuk mendengarkan kaset-kaset yang akan kita beli, karena toko ini menyiapkan banyak pemutar kaset yang dapat digunakan konsumen untuk mendengarkan kaset. Hanya yah yang sering terjadi mencoba sebanyak 10 kaset, tapi yang dibeli hanya 1 saja. Hahaha. Tapi itu tak masalah bagi pemilik tokonya, May Bless you Ko Akun. Godspeed.

6.       Membungkus
Setelah proses panjang yang tadi di lalui akhirnya kaset yang kita beli akan masuk pada sebuah proses yang bikin keringat dingin muncul, karena disinilah peran hati akan sangat besar digunakan, hati kita diharuskan untuk memilih berbagai kaset yang telah kita dengar, untuk kemudian kita harus memilih dengan seksama kaset mana yang akan kita beli karena tentu saja masalahnya berhubungan dengan dana yang tersedia bagi seorang remaja keren di kantungnya. Yah penginnya sih kita memborong semua kaset yang kita pilih, hanya tetap dana adalah sebuah hal yang sangat ketat menjaganya. Hahai. Setelah kaset dipilih, lalu sang pemilik toko membungkus kaset tersebut dengan sebuah kertas yang khas yang biasa digunakan di banyak toko kaset. Agar kertas tersebut tidak terlepas lalu di beri sticker yang merupakan sisa dari sticker kaset yang di pakai di berbagai produksi kaset. Sebuah sticker yang dulu sih terlihat begitu biasa di toko kaset, namun sekarang menjadi sebuah barang langka, selangka kaset-kaset yang pernah ada di pasar musik Indonesia.

Waktu terus berlanjut, detik berubah menjadi tahun, tahun berubah menjadi dekade, hingga di pasar musik Indonesia juga kita mengalami booming dengan yang namanya CD = Compact Disc, sebuah media fisik musik yang keberadaannya menghantam keras eksistensi kaset – kaset sebagai media fisik musik. CD menjadi sebuah media yang sangat umum di pasar musik Indonesia, walau pada awal masanya CD yang masuk ke Indonesia adalah CD impor, namun tak lama kemudian berbagai label di Indonesia juga merilis sendiri CD – CD yang ada untuk pasar di Indonesia. Dengan pangsa pasar yang begitu besar, CD akhirnya memang menjadi pengganti kaset-kaset yang ada di pasar musik Indonesia, walau kaset tetap ada namun jumlahnya sangatlah minim, tidak seperti ketika jaman kejayaannya. Sistem penjualan CD – CD inipun hampir sama dengan cara penjualan kaset-kaset, berbagai toko-toko kaset di seantero nusantara mulai menjajakan CD sebagai barang dagangan mereka selain kaset.  Ketika pada awal masa CD muncul, media fisik ini hanya ada di berbagai toko musik di kota besar saja, namun lama kelamaan CD menjadi sebuah media fisik musik yang sangat massif menerobos semua daerah di Indonesia. Seperti halnya kaset – kaset yang telah dirilis secara resmi oleh berbagai record label di Indonesia, CD pun di jual dengan cara yang sama, yaitu dengan munculnya sebuah kalimat yang sangat menyesakkan dada para pencinta musik, “ BUKA SEGEL BERARTI MEMBELI”. Jiah hayah saya tidak suka saya tidak suka. Hahaha. Ya itulah sebuah kalimat yang sangat familiar anda lihat di berbagai toko kaset di manapun. Ketika selembar plastic penutup media fisik musik menjadi seperti dewa, karena di larang menyobeknya kecuali anda punya dana untuk membayarnya. Hadeuh, yah namun itulah yang terjadi karena mungkin para pedagang kaset atau CD ini tidak mau mengambil resiko untuk mengalami kerugian karena barang dagangannya tidak dalam kondisi baru.

Hanya semuanya kemudian berakhir juga seiring dengan berjalannya waktu, ketika sebuah media di dunia computer bernama Internet mulai menjajah berbagai sendi kehidupan di belahan dunia manapun. Internet menjadi sebuah media yang sangat memudahkan bagi siapapun untuk mendapatkan apapun yang mereka mau. Termasuk tentu juga bagi dunia musik. Sebuah album dari artis tertentu atau band tertentu dapat dengan mudah anda dapatkan di Internet ini. Anda tinggal mengunduhnya di computer anda dan anda dapat mendengarkan lagunya di computer anda dengan cepat. Perkembangan internet yang begitu meraksasa, membuat penjualan media fisik musik di toko-toko kaset dan CD menjadi begitu menurun, menurun demikian drastis,  hingga akhirnya banyak toko-toko kaset & CD yang memilih untuk menutup tokonya, daripada terus menderita kerugian yang lebih besar di kemudian hari. Hingga saat ini mungkin hanya beberapa toko kaset atau CD saja yang masih bertahan hidup, baik di kota kecil maupun di kota besar. Hanya entah sampai kapan mereka dapat bertahan dengan laju internet yang begitu kencang menghantam keberadaan mereka.

Kini tinggallah para penikmat atau pengoleksi media fisik musik yang mulai merasakan betapa sulitnya untuk mendapatkan sebuah media fisik musik dari band yang mereka inginkan, walaupun misalnya ada media fisik musik yang di inginkan ini berada jauh di luar negara Indonesia. Hingga untuk mendatangkannya kita tentu harus memiliki dana yang berlebih, karena untuk mendapatkannya kita harus mengeluarkan dana yang memang tidak sedikit, karena memang ongkos kirim dari luar sana yang begitu “kejam” untuk dibayarkan. Ataupun jika ada yang memang menjualnya di pasar lokal, yah harganya pun tidak bersahabat dengan kantung. Hal ini sebenarnya memiliki 2 sisi yang dapat kita telaah,

1.       Dengan sulitnya untuk mendapatkan media fisik musik yang kita inginkan, walau ada kitapun harus mengimpornya dari luar Indonesia. Ataupun kalau ada di pasar musik local, hanya harganya tidaklah bersahabat dengan kantung kita, maka ini juga akan menjadi sebuah kondisi yang sangat baik untuk lebih mencintai produk dalam negeri. Banyak band atau artis yang merilis media fisik musik dengan harga yang lebih bersahabat bagi kantung kita. Dan aku rasa kualitas bermusik para pendekar musik local ini tidaklah lebih rendah dari para band atau artis luar sana. Bahkan kadang band atau artis local ini begitu unik sehingga jangan harap anda akan menemukannya di luar sana. Jadi banggalah dengan musik local. Mulailah mengkoleksi rilisan para pendekar musik local ini.

2.       Para pengoleksi media fisik musik mulai berpikir dengan keras untuk melanjutkan “kegilaan” mereka untuk mengkoleksi media fisik musik ini. Apakah akan terus melanjutkan untuk memenuhi rak-rak nya dengan koleksi media fisik musik atau bagaimana ? Banyak hal yang terjadi di dunia pengoleksi ini. Ada yang berhenti untuk mengoleksi, ada yang lebih “merapatkan” pilihannya, ada yang menjualnya, bahkan ada yang menjual semua koleksinya untuk kemudian mulai mengunduh di internet untuk musik yang mereka pernah di koleksinya. Dunia koleksi memang dunia yang sangat dinamis.

Lalu apakah media internet akan di jadikan sebagai sebuah alasan bagi kita untuk TIDAK mengoleksi lagi media fisik musik ini ? atau sebenarnya dengan kondisi yang seperti sekarang ini di mana penjualan media fisik musik baik baru maupun bekas dilakukan secara “online” menjadikan para kolektor menjadi lebih “gila” dalam mengoleksi ? ataukah internet ini juga pada akhirnya akan membuat para pengoleksi media fisik musik akan berpikir beberapa kali sebelum memutuskan untuk membeli sebuah CD atau kaset ? apa tidak sebaiknya mengunduh saja karena akan sama saja pada akhirnya musik adalah santapan telinga saja ? ataukah ada alasan lain yang terjadi di saat ini bagi seorang kolektor untuk melepaskan semua “harta” nya untuk dijual saja ? Atau pertanyaannya, dengan kondisi seperti sekarang ini, apakah internet memang menjadi alasan hingga membuat para kolektor enggan untuk mengoleksi lagi atau adakah alasan lain ? kalau menurut aku sih yah inilah alasannya, selain karena internet,  alasan untuk tidak lagi mengoleksi media fisik musik adalah karena berada di sebuah “kondisi”, adapun kondisinya adalah sebagai berikut  :

1.       Situasi I   : TAK ADA LAGI WAKTU UNTUK MERAWATNYA
Dengan berjalannya waktu dengan sendirinya, kita yang asalnya adalah remaja berubah menjadi seorang yang dewasa dan tak lama kemudian kitapun mempunyai keluarga sendiri. Waktu yang dulu dapat kita gunakan untuk menikmati media fisik musik, berserta dunia sekelilingnya, mulai berubah. Kita harus lebih memperhatikan keadaan keluarga kita masing-masing, perhatian akan hal primer sampai ke pada hal yang dulu ketika kita remaja kita tak pernah sedikitpun tahu atau mengerti. Kini semuanya harus kita perhatikan dengan seksama, hingga lama kelamaan waktu yang kita sediakan untuk menyentuh media fisik musik berkurang dengan signifikan hingga kadang mungkin kita seperti melupakannya. Memang media fisik musik memerlukan waktu untuk merawatnya, ini di lihat saja tidak bagaimana akan merawatnya. Jadi sekarang kita harus menjadi orang yang dapat memilih prioritas utama kita ada dimana. Atau mungkin secara gamblangnya, mana yang anda pilih Keluarga atau Kaset ? Keluarga atau CD ?.  Sebuah pilihan yang sangat sulit untuk di lakukan, namun aku rasa kita dapat memilih keduanya asal kita dapat membagi waktu dengan baik untuk keduanya, walau kadang itu sulit sekali untuk dilaksanakan, karena ketika seorang pengoleksi media fisik musik mulai memegang memegang media tersebut pastilah dia akan lupa akan waktu yang terus berjalan. Hahai deuh

2.       Situasi II  : TAK ADA LAGI TEMPAT UNTUK MENYIMPANNYA
Apakah memang ada kondisi seperti ini ? tentu saja ada. Ketika keluarga anda menjadi sebuah keluarga besar, maka anggota keluarga anda akan menjadi lebih banyak, dan yang pasti dengan bertambahnya anggota keluarga ini akan menyebabkan bertambahnya pula kebutuhan akan ruang. Hingga akhirnya ruang yang dulu kita gunakan untuk tempat menyimpan berbagai media fisik musik, mulai beralih fungsi menjadi misal kamar tidur. Halahhhh. Hingga akhirnya karena tidak adanya tempat untuk menyimpan kaset dan CD ini akhirnya….di jokul bro a.k.a. di jual. Yah dijual sebagian atau semuanya sekaligus agar ruangan menjadi lebih luas adanya.

3.       Situasi III : TAK ADA LAGI DANA UNTUK MEMBELINYA
Mungkin ini adalah sebuah alasan usang nan berdebu yang telah lama bergaung dimanapun, namun memang ini mungkin alasan atau kondisi yang paling dominan dalam melanjutkan atau tidaknya sebuah kegilaan akan berbagai media fisik musik. Karena berbagai kebutuhan yang meningkat seiring dengan berubahnya kita yang dari remaja untuk kemudian memiliki keluarga, maka Dana adalah suatu hal yang akan sangat krusial, karena koleksi anda tidaklah dapat secara langsung menghidupi keluarga anda. Sebuah CD atau kaset tidaklah dapat anda beri kepada keluarga anda untuk “dimakan”. Hahaha. Jadi seperti sebuah judul lagu mengatakan No Woman No Cry, yang ada kini adalah No Money No CD atau No Money No Tape. Hiyahhhh. Karena di jaman NOW seperti sekarang ini uang adalah dewa. Orang akan di pandang dengan hormat kalau orang tersebut adalah orang yang memiliki banyak uang. Sebaliknya tak ada orang yang memandang anda dengan hormat karena anda banyak mengoleksi CD atau Kaset. Benarkah kalimatku itu, silahkan anda jawab sendiri dengan hati. Ocre.

4.       Situasi IV : TAK ADA LAGI KEINGINAN UNTUK MENYIMPANNYA
Ini adalah sebuah kondisi yang paling menyedihkan bagi seorang kolektor. Keinginan untuk mengoleksi sudah terkikis sampai ke akarnya hingga sudah tidak ada lagi gairah untuk melanjutkannya. Walau jarang terjadi pada seorang kolektor, namun ini terjadi. Ini adalah sebuah kondisi yang memang terjadi karena banyak factor yang menyebabkannya menjadi seperti itu. Rasanya tak perlu ada penjelasan lebih lanjut untuk kondisi ini. Terlalu sedih untuk dilanjutkan.

Akhirnya
Tak ada larangan bagi siapapun untuk melakukan apapun dalam hal media fisik musik ini. Tulisan ini hanyalah sebuah tulisan untuk akhir tahun yang akan menjelang beberapa hari ke depan. Di tahun 2017 ini terlihat menjadi salah satu tahun yang begitu berat bagi para penikmat media fisik musik. Karena harga media fisik musik yang terus meningkat tanpa ampun, di tambah dengan meningkatnya juga “ongkos” hidup lainnya, hingga membuat kita untuk berpikir dengan lebih seksama : KOLEKSI ATAU UNDUH ?...........gitu aja kok repot.

Minggu, 20 Agustus 2017

MUSICK



Musik adalah sesuatu yang akan mengikuti perjalanan hidup anda, dan yang pasti musik juga akan memberikan sebuah arti bagi sebuah kehidupan. Kehidupan tidaklah selalu berjalan sesuai dengan yang kita inginkan, ada kalanya kehidupan yang kita hadapi akan membuat kita : gembira, sedih, berduka, bersuka, terluka, sakit, menderita, senang, sendirian, kesepian dan lain sebagainya. Hal itu sama dengan musik, musik yang ada di dunia memiliki berbagai macam jenis, yang di sesuaikan dengan selera setiap manusia yang menjadi penikmatnya, mulai dari musik Klasik sampai kepada musik Extreme. Dan biarkan hati anda yang memilih musik yang anda suka, jangan memilihnya dengan pikiran anda. Hanya yang juga harus anda ingat adalah jagalah keseimbangan dalam hati anda, musik yang anda dengar akan memberikan anda keseimbangan itu, apapun jenis musik yang sangat anda nikmati, keseimbangan akan anda dapatkan dengan mendengarkan berbagai jenis musik yang ada di dunia ini, janganlah hanya menikmati satu jenis musik saja, karena itu akan membuat anda menjadi begitu membatasi diri sendiri. Anda seperti hidup hanya dalam suatu ruangan saja, anda tidak tahu dengan kehidupan yang lain. 

Musik juga adalah salah satu pintu dari berbagai pengetahuan. Apa iya ? Berbagai format fisik musik telah lama ada di dunia. Format fisik musik ini merubah semua tatanan hidup manusia. Ketika diciptakan sebuah bentuk musik yang dapat di perdengarkan ulang, maka di masa itu pula kehidupan manusia menjadi berbeda. Musik berkembang menjadi sebuah hiburan yang sangat merakyat. Manusia menjadi terhibur ketika mereka mendengarkan suara manusia lainnya sedang bernyanyi ataupun terhibur sekedar mendengarkan sebuah rekaman dari berbagai alat musik yang di rekam. Hiburan yang sangat sederhana ini menjadi begitu dahsyat menghantam kehidupan manusia. Manusia kemudian mencari cara dari masa ke masa agar hiburan yang sederhana ini menjadi lebih mudah untuk mereka nikmati di manapun dan kapanpun. Di situlah pengetahuan terjadi. Lalu di mulai lah sebuah era dimana musik menjadi demikian berkembang, berbagai pengetahuan mulai menyeruak ke permukaan seiring dengan perkembangan musik yang demikian menakjubkan. Pengetahuan tentang cara rekam, cara mengaransemen musik, cara mendesain fisik musik, cara mendistribusikan fisik musik, cara menjual fisik musik, cara memasarkan fisik musik dan sebagainya. Bisa anda bayangkan seberapa besar pengetahuan ini berkembang. Begitu dahsyat dan membuat siapapun takjub melihatnya. Anda bisa lihat ketika sebuah format fisik musik bernama piringan hitam berkembang, lalu tergantikan dengan sebuah revolusi dengan nama Pita Magnetik atau Kaset, lalu berkembang lagi dengan menjadi format Compact Disc dan seterusnya. Semua berasal dari musik.

Musik adalah sesuatu yang sangat ajaib kawan, sesuatu yang dapat menyembuhkan hati anda seketika. Tak perlu obat yang begitu hebat, untuk hati anda hanya musik yang dapat gunakan. Anda percaya kawan ?
Music is a magic ! So explore it as much as you can ! Dig it deep

Kamis, 17 Agustus 2017

LAUREATE LORD OF GODS - LAW MASS HATE [ 2017 / BLACK METAL / CDr ]







Hari Sabtu, 18 Mei 2017, Jam 17.01, sore cui. Sebuah pesan dikirim oleh seseorang yang (maaf) aku lupa siapa, sekilas namanya terasa aku kenal hanya saja memori tua ini sudah lupa. Maafkan, hanya mungkin kita pernah bertemu di Cihapit rasanya atau gimana dah aku juga lupa kawan maafkan pokoknya aki metal ieu. Pesan di kirim melalui FB ini berisikan sebuah pesan kalau sang pengirim pesan ini adalah kawan dari seorang kawanku juga di Cihapit, wowwow, C.S.O.R. Dan pesannya adalah tentang permintaan alamat aku karena beliau ingin mengirimkan sebuah CD. Uhhhhh begitu aku membaca pesan ini di keesokan harinya, aku langsung mengirimkan pesan juga yang berisikan alamat lengkapku. Hahaha, di tawari sebuah CD, siapa yang nga mau, apalagi jika anda adalah seorang CD addict. Wataw.. Dan akupun bertanya apakah nama band anda ini, beliau menjawab : L.L.O.G sama Moses Bandwidth. Wow tentu saja aku tahu dengan band Moses Bandwidth, tapi LLOG, duh maaf aku belum tahu. 
Dan beliau pun berjanji akan mengirimkan CD bandnya kepadaku. Lama ku tunggu sampai akhirnya aku pun sudah lupa, hingga pada suatu hari di bulan Juni, tepatnya tanggal 18 Juni, ada sebuah paket yang di tujukan kepadaku. Perasaan aku tak memesan apapun di bulan Juni tersebut, kok bisa ada paket yang di tujukan untukku ? Dan memang setelah di buka, barulah aku ingat tentang CD yang di janjikan oleh sang pengirim pesan. CD LLOG akhirnya menampakan diri.

Mari bedah isi cd ini.

1          1.  Detail :
Band                                     : LAUREATE LORD OF GODS / L*L*O*G*
Album                                   : LAW MASS HATE
Type                                      : Full Album
Tahun Rilis                            : 2017
Label / Origin                        : PLAT-D RECORDS / Bandung
Produser                               : LAUREATE LORD OF GODS
Eksekutif Produser                : PLAT-D RECORDS
Co. Produser / Layout            : Andy Grey
Art                                          : Diez Revenge Art
Recorded / Mixed / Mastered : Lingkar Hitam Studio
Engineered :                           : Doni Fauzy
Format                                    : Jewel Case CDr
UPC                                        : PR004 / PlatD004
Female Vocal                          : Melinda Rostiyanti
Band Contact                          : 0852 – 2358 - 7403

2.    Band :
Uuz Abu Sofyan                  : Guitars
Rifkie Filandani Alghazali    : Guitars
Boy Nazrael                         : Vocals
Abraham                              : Bass
Angga Suryadipraja             : Drums

3.    Kemasan :
1.    Ketika cd ini sampai ke tangan ini, aku melihatnya dengan suka cita karena cd di buat dalam versi jewel case, ah sebuah versi yang paling aku suka. Asikk pokoke.
2.    Dilanjutkan dengan membuka segel plastic yang melingkupi cd ini dan di mulailah penglihatan sambil melotot sadis terhadap isi cd ini, dan yang pertama di comot tentu adalah cover depan atau yang biasa di sebut booklet. Booklet di produksi dengan sangat baik, hanya saja terlihat ketika booklet ini di staple tidak di posisi tengah. Jadi antara sebagian halaman depan dan belakang tidak rata.
3.    Hal unik yang aku lihat dari booklet ini adalah kata terimakasih dari para anggota band ataupun band ini sendiri di posisikan di halaman depan booklet ini, kalau biasa kata terimakasih akan di posisikan di belakang booklet, biasa di posisikan di beberapa  halaman booklet berakhir. Haha keren bro.
4.    Di halaman paling akhir dari booklet ini terlihat ada bekas “tekanan” dari casing cd bagian tengah bulat, hingga booklet ada sedikit terlihat kurang sedap di pandang. Tapi jangan salah kalau ini menandakan kalau booklet ini di buat tebal. Aha ini yang membuat aku “agak” tidak peduli dengan hal itu, tapi tetap aku tulis sebagai satu hal yang perlu juga di perhatikan di kemudian hari.
5.    Cover belakang CD mantap dah, terlihat sangat baik juga. Di posisi dalam dari cover belakang ini aku lihat ada sebuah simbol yang aku pikir mungkin salah cetak atau bagaimana karena tidak “terbalik “, yah akupun nga tahu tentang hal ini. Keren

4.    Track Song :
1.    Interlude 1:06                
Semua di mulai dengan sebuah dentingan suara dari suatu alat musik yang di petik, entah apa yang di gunakan untuk dimainkan. Hanya yang pasti intro ini menyatakan bahwa segalanya akan dimulai dengan sebuah kekelaman, kegelapan, dingin dan tentu saja Hitam. Musik di lagu ini sangat unik seperti perpaduan antara beberapa jenis musik yang di padukan menjadi sesuatu yang berbeda.
2.    Mahkota Dosa 4:45
Ehmmm di awali dengan sebuah permainan keyboard yang mendayu hanya terasa kelam, lalu tak lama kemudian blassssss, sebuah musik dengan tempo cepat mulai beraksi dengan tanpa jeda, lagu menjadi lebih dahsyat ketika sebuah suara yang berasal dari suara sang vokalis yang “rasp” ( atau shriekatau scream monggo saja), uh menambah kelam lagu pertama dengan vocal ini. Hingga kemudian di pertengahan lagu tempo mulai di percepat lagi hingga wow mantap dah nih lagu. Tak lama kemudian terdengar suara vocal menjadi biasa saja tanpa suara vocal rasp yang biasa menjadi ciri dari band dengan aliran Black Metal. Hmmmm perpaduan yang cukup mengasyikan memang untuk mendengar sebuah lagu dengan variasi yang di buat sedemikan rupa, hingga memang menarik untuk di nikmati. Lagu ini menjadi lagu favorit aku yang pertama.      
3.    Parodi Tirai Berwajah 3:55                  
Awal lagu ini di buat dengan sound yang sangat Heavy Metal, walau ini lagu tidak aku sebagai lagu yang jelek, maaf, hanya lagu ini terasa sangat monoton dan membosankan. Walau tempo lagu juga di buat variatif hanya terkesan kalau musik seperti di ulang – ulang.
4.    Dirajam Angkara 5:19
Death Metal sound bro ? ehmmm agak terdengar sound itu di awal lagu ini, kembali sebuah variasi lagu yang sangat mengasyikan akan anda dengar di lagu ini. Tempo yang variatif, sound yang asik, di tambah dengan olah vocal yang cukup membuat anda akan duduk tenang sambil mendengarkan sebuah lagu dengan harmonisasi yang sangat mantap. Ciamik pokoke lagu ini. Hanya sayang di cetakan lirik lagu ini ada sebagian lirik yang hilang aku rasa. Bahkan ada sebagian lirik yang mungkin tidak di posisi atau baris yang seharusnya. Duh sayang bener, padahal lagu ini, maaf, menjadi lagu favorit ke 2. Haha. Keren nih lagu.  
5.    Harubilur 3:00
Sambil berheadbanging aku menikmati lagu yang satu ini, berbeda dari lagu – lagu sebelumnya lagu ini terdengar lebih ciamik dari segala segi, baik aransemen, sound, tempo, olah vocal, lead gitar yang asik, permainan keyboard yang ciamik, ah pokok n amah ieu lagu asik berat dah. Hanya ketika sang vocal menyanyikan lagu ini dengan vocal biasa saja, di mulai          dengan lirik di baris ke lima sampai ke delapan, nah di pas akhir lirik aku mendengar suara agak sedikit fals bro, pas kata “menanti”.. Aku ulangi lagu ini beberapa kali takut aku salah dengar, tapi itulah yang aku rasakan ketika mendengarkannya.
6.    Mass Law Hate 3:41
Sebagai lagu dari judul album  ini aku membayangkan kalau lagu ini akan edan abiss, tapi nyatanya aku mendengar sebuah lagu yang hampir sama dengan lagu nomor 3, lagu ini terklesan sangat “kaku”. Mungkin aku rasa sound lagu ini sepertinya kurang pas dengan lagu ini. 
7.    Surga Sengketa 4:51
Apa yang kira – kira akan anda bayangkan ketika sebuah lagu dengan formula Black Metal di mainkan dengan berbagai variasi dengan olah vocal dan olah lirik seperti ini : 4  baris lirik pertama di isi dengan rasp vocal, selanjutnya olah vocal biasa mulai menyanyikan baris lirik ke lima, ke enam, berbarengan baris lirik ke tujuh sebuah riff nan edan menghantam telinga lalu baris lirik ke delapan berakhir, kemudian rasp vocal kembali membahana di baris lirik ke 9 dan ke 10, lalu tempo di hajar “blastingan” nan edan, selanjutnya olah vocal rasp kembali menyanyikan baris lirik ke 11 sampai baris lirik ke 14, selanjutnya di baris lirik ke 15 vokal kembali berubah menjadi biasa sampai ke posisi baris lirik ke 18, lalu di baris lirik ke 19 sampai ke baris lirik ke 23 olah vocal kembali ke rasp vocal, kemudian blassss aku tercengang ketika baris lirik ke 24 sampai ke baris lirik ke 27 menjadi pembacaan Puisi, hadeuh edan band ini, setelah pembacaan puisi lalu di mulailah sebuah melodi yang berasal dari sebuah musik akustik yang ciamik yang di barengi dengan alunan suara keyboard yang mendayu-dayu, ahhhh sedap lah, dan lagu di akhiri dengan menyanyikan baris lirik ke 28 sampai ke 31 dengan suara vocal yang biasa. Hahahaha edassssssssssssssssss ieu lagu. Ini yang pasti menjadi sebuah lagu favorit ke 0, hahaha. Terbayangkah di benak anda sekarang bagaimana lagu ini jika anda dengarkan ? Silahkan dengar kawan.
8.    Metal Heart 4:47
Band asal Jerman, Accept, yang memiliki lagu ini, sebuah lagu Heavy Metal yang di padukan dengan sebuah lagu klasik, yang memang ketika lagu ini, yang juga judul albujm mereka di rilis, lagu dan album ini menjadi salah satu album dan juga lagu favoritku, Dan LLOG mencoba untuk menyanyikannya kembali dengan sebuah “rasa” yang berbeda dari aslinya. Di awal lagu uh tempo lagu rasanya seperti di perlambat hingga berkesan gloomy doomy, hahahaha asik. Dan lagu ini juga menjadikan keyboard menjadi satu pengiring lagu yang membuat lagu ini menjadi lebih “sedap” untuk di nikmati. Di sisipi lead gitar yang juga aduhai. Ah pokoke lagu ini menjadi sebuah lagu yang berbeda dah. Hailz Heavy Metal.
9.    Ravenna 4:09
Ehmmmm sebuah lagu nan Gothic menghantam ruang dengar saat ini. Jujur saja lagu ini akan menjadi sebuah lagu yang lebih edan jika tempo lagu sedikit di percepat. Aku mendengar sebuah tempo lagu yang kurang pas dengan lagu ini. Dan maafkan kalau aku dengar vocal wanita di lagu ini “kurang” powerful. Mungkin ke depannya pasti akan menjadi lebih baik. 

Yah itulah hasil dari pendengaran kuping tua ini, banyak hal yang sudah baik dan harus di buat lebih baik lagi, dan yang juga sebaiknya sebelum turun cetak booklet, sebaiknya lirik di periksa ulang kawan, supaya lengkap dan benar. Dan mungkin yang bisa juga aku katakan adalah rasanya akan terdengar lebih baik jika “tune” gitar di setel agak sedikit Tinggi. 
Sekilas jika kita melihat desain cover depan band ini mungkin akan berpikir kalau band ini bukanlah band yang masuk dalam ranah Black Metal, akupun mengalami hal yang sama ketika pertama kali aku melihat dari sisi cover depan band ini. Walau di cover banyak terdapat simbol – simbol  yang di gunakan di sebagian besar band – band Black Metal, hanya saja simbol – simbol seperti itu bisa di gunakan oleh band metal dengan genre lainnya. Haha 

Black Metal sebagai sebuah genre turunan dari musik Heavy Metal memang selalu membuat aku selalu penasaran, sekali lagi selalu penasaran. Pertanyaannya yang selalu ada dalam hatiku adalah : Apa yang menarik dari sebuah band Black Metal asal Indonesia ? Hmmmmmm, kawan, musik Black Metal bukanlah sebuah genre musik metal yang mudah untuk anda mainkan. Walau jika misal anda adalah seorang penggemar berat dari band dengan genre Black Metal, tapi tidak dengan sendirinya anda akan mudah untuk memainkan jenis musik metal ini. Banyak hal yang harus anda perhatikan jika anda ingin memainkan genre musik metal yang satu ini, salah satu hal yang paling penting dari genre musik metal ini adalah Harmonisasi musik. Genre ini adalah salah satu genre musik yang memiliki harmonisasi paling yahud di banding genre musik metal lainnya. Mungkin yang juga memiliki harmonisasi yang ciamik adalah genre Power Metal. 

Dan apakah harmonisasi musik itu, harmonisasi musik dalam pandangan seorang tua ini adalah ketika anda yang telah lelah bekerja seharian, untuk kemudian anda selesaikan semua aktifitas anda dengan segera, lalu di temani sebuah alat pemutar CD, lalu sebuah CD anda siapkan, dan aku siapkan CD LLOG ini, lalu aku mulai mendengarkan lagu – lagu nan “merdu” dari CD tersebut, tak lama akupun berbaring di lantai dingin, dan tak lama kemudian aku di “ayun” oleh musik – musik edassssss keren mantap, hingga akhirnya aku…………tertidur. Itulah harmonisasi musik bagiku. Entah kalau bagi anda. Jadi jika aku mendengarkan sebuah CD untuk kemudian selama mendengarkan CD tersebut aku tertidur, maka harmonisasi musik band anda adalah edassss yahud keren. ……….ah si Om ngantuk aja kaleee jadi tertidur !!!!!. NO NO NO NO NO. Musik yang aku dengar ini bukanlah sebuah musik yang “biasa” untuk membuat seseorang menjadi tertidur, lain halnya jika anda misalnya mendengarkan sebuah musik dengan harmonisasi tingkat dewa seperti musik yang di mainkan oleh Kitaro misalnya, lalu anda tertidur, maka itu bukanlah hal yang menakjubkan, tapi ini adalah tentang sebuah musik metal cui. Metal. 

Dan LLOG, sebagai sebuah band Black Metal sudah memiliki hal yang sangat penting ini, walau memang mengenai harmonisasi ini harus di pelajari terus menerus. Semoga kedepannya band ini lebih “menggila” lagi. Dan sangat membuat aku cinta dengan band ini adalah anda akan menemukan sesuatu yang berbeda dari kebanyakan band Black Metal yang ada di tanah air. Band ini mempunyai akar musik yang sangat kuat di Heavy Metal, hingga kalau anda dengarkan lagu – lagu mereka di album ini, maka anda mendengarkan sebuah album yang begitu membuat anda terpana dengan perpaduan antara dua genre musik yang mereka mainkan dengan sangat baik. Dan anda juga akan menemukan banyak genre musik metal di album ini, aku sebut ada Gothic Metal, ada sedikit Doom Metal bahkan ada sedikit Folk Rock. Ahaaa, jadi aku malah penasaran dengan album pertama mereka yang berjudul : Sovereign Hatred, sebuah album dari tahun 2003. Bro Uus apa ada copy na album eta bro ? halah hoyong pisan ngadangukeun bro. 

Hati - hati band ini akan menjadi sebuah band yang berbahaya di ranah musik metal Indonesia, terutama di genre Black Metal. Band ini akan menjadi band yang besar, apalagi jika para anggota bandnya tiada hentinya “belajar”, wah mantak gawat. Hahaha. Siapkan “senjata” perang anda, karena senjata yang di miliki oleh sebuah band hanyalah lagu – lagu dan lirik – lirik yang keren. Dan apakah band ini punya lagu – lagu yang keren, silahkan anda dengar dah kawan, dan di sisi lirik bagaimana ? Ehmmmm silahkan baca penggalan lirik dari lagu Surga Sengkete ini :

Kata hanyalah Tanya
Satukan berbagai luka
Dalam untaian duka
Hancurkan sebuah tawa

Cacian bagai nyanyian
Makian jadikan tantangan
Terucap nada yang tersesat
Tersirat kian memikat

Terima kasih untuk kawanku, Uuz Abu Sofyan, yang sudah memperkenalkan band anda ini dan sudah mengirimkan CDnya. Thanks brother. Salute and Hailz with spikes, nails, loud musick, sick musick and coloured Noir Black. Dan ada satu pertanyaan untuk anda bro, panasaran tingkat dewa ieu, pertanyaannya : Siapa yang memainkan Keyboard bro ????
Dan kembali penghargaan terbesar bagi sebuah band adalah dengan mengkoleksi  cd original dari band tersebut. Cukup itu saja ! Dan cd ini sangat layak untuk anda koleksi. Sangat aku rekomendasikan. Simpanlah sebagai sebuah harta. 

Maaf jika ada kata yang kurang berkenan atau menyinggung anda, tak ada maksud saya untuk itu, yang ada hanyalah seorang metalhead aki – aki yang masih cinta musick cadas nan bising dan cinta untuk ber headbanging ria saja. Itu saja.

Musik adalah sesuatu yang tidak bisa anda “pegang”, jika anda ingin memegangnya silahkan miliki format fisik musik ! Cause Musick is a magic.
Sore, 15 Agustus 2017.